Mengenal Tasbih Fatimah Az-Zahra: Keutamaan dan Tata Cara Mengamalkannya

Penulis: Redaksi
Rabu, 21 Januari 2026 | 21.25 WITA · 112 Views
tasbih fatimah az zahra

Pernahkah Anda merasa begitu lelah setelah seharian bekerja? Tubuh terasa remuk, pikiran penat, dan rasanya tidak ada lagi energi yang tersisa untuk esok hari.

Jika Anda merasakannya, ketahuilah bahwa Anda tidak sendirian.

Bahkan, wanita semulia Fatimah Az-Zahra, putri kesayangan Rasulullah SAW, pernah berada di titik kelelahan fisik yang luar biasa.

Tangan halusnya melepuh karena memutar gilingan gandum, dan pundaknya berbekas karena memanggul air setiap hari.

Namun, ketika beliau mengeluh dan meminta seorang pembantu untuk meringankan bebannya, Rasulullah SAW justru memberikan sebuah hadiah. Hadiah itu bukanlah materi, bukan pula pelayan, melainkan sebuah amalan zikir yang beliau sebut lebih baik daripada seorang pembantu.

Amalan itulah yang kini dikenal dengan sebutan Tasbih Fatimah Az-Zahra.

Apa sebenarnya rahasia di balik zikir ini? Mengapa Rasulullah menjaminnya sebagai sumber kekuatan yang dahsyat? Di artikel ini, kita akan mengupas tuntas sejarah, tata cara, dan manfaat dari Tasbih Fatimah yang seringkali dilupakan umat Islam zaman sekarang.

Sejarah Tasbih Fatimah Az-Zahra

Dikisahkan oleh Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib as, kehidupan rumah tangga beliau dengan Fatimah as dipenuhi dengan perjuangan fisik.

Sayyidah Fatimah menggiling gandum dengan tangannya sendiri hingga melepuh, dan memikul air menggunakan qirbah (kantong kulit) hingga berbekas di dadanya. Pakaiannya pun sering terkena debu saat membersihkan rumah.

Melihat kondisi putri Nabi yang demikian, Imam Ali as menyarankan: “Wahai Fatimah, alangkah baiknya jika engkau menemui ayahmu dan meminta seorang pembantu untuk meringankan bebanmu.”

Fatimah as pun pergi menemui Rasulullah SAW. Namun, saat tiba di sana, beliau merasa malu untuk mengutarakan maksudnya dan akhirnya kembali pulang.

Keesokan harinya, Rasulullah SAW datang mengunjungi rumah Ali dan Fatimah. Beliau bertanya tentang kedatangan Fatimah kemarin.

Imam Ali as pun menceritakan kondisi fisik Fatimah yang kelelahan dan niat mereka meminta seorang pembantu.

Mendengar itu, Rasulullah SAW tidak memberikan seorang pelayan. Beliau justru memberikan sesuatu yang jauh lebih agung. Beliau bersabda:

“Maukah aku ajarkan kepada kalian berdua sesuatu yang lebih baik dari apa yang kalian minta? Sesuatu yang lebih baik dari dunia dan segala isinya?”

Di situlah Rasulullah mengajarkan tasbih ini. Beliau menekankan bahwa zikir ini adalah “bekal kekuatan” dari Allah.

Dalam riwayat Imam Ja’far Ash-Shadiq as, beliau sangat mengagungkan tasbih ini dan berkata kepada muridnya, Abu Harun Al-Makfuf:

“Wahai Abu Harun, sesungguhnya kami memerintahkan anak-anak kami untuk melakukan Tasbih Fatimah as sebagaimana kami memerintahkan mereka mendirikan shalat. Maka lazimkanlah amalan itu, karena tidaklah seorang hamba melazimkannya lalu ia akan celaka.” (Kitab Al-Kafi, Jilid 3)

Jadi, dalam pandangan Ahlulbait, tasbih ini bukan sekadar penghilang lelah, melainkan jaminan keselamatan dan amalan yang setara dengan ibadah yang sangat banyak.

Tata Cara dan Urutan Bacaannya

Dalam ajaran Ahlulbayt, urutan membaca Tasbih Fatimah Az-Zahra as memiliki aturan khusus yang tidak boleh ditukar-tukar. Urutan inilah yang diajarkan langsung oleh Rasulullah SAW kepada putrinya.

Jika pada umumnya dzikir shalat dimulai dengan Subhanallah, maka khusus untuk Tasbih Fatimah, urutannya dimulai dari Allahu Akbar.

Berikut adalah urutan yang benar sesuai riwayat Imam Ja’far Ash-Shadiq as dalam kitab Al-Kafi:

1. Allahu Akbar (الله أَكْبَر)

Dibaca sebanyak 34 kali.

Ini adalah pembuka. Dimulai dengan mengagungkan kebesaran Allah di atas segala masalah dan kelelahan yang kita rasakan.

2. Alhamdulillah (الْحَمْدُ لِلَّهِ)

Dibaca sebanyak 33 kali.

Setelah mengagungkan-Nya, kita memuji-Nya atas segala nikmat dan ujian yang diberikan.

3. Subhanallah (سُبْحَانَ الله)

Dibaca sebanyak 33 kali.

Menutup dengan mensucikan Allah dari segala kekurangan.

Jadi, Total hitungan tasbih ini 100 kali.

BACA JUGA: Mengupas Makna Setiap Hari Adalah Asyura, Setiap Tanah Adalah Karbala

Imam Ja’far Ash-Shadiq as berkata:

“Tasbih itu jumlahnya seratus di lisan, tetapi bernilai seribu di timbangan (Mizan), mengusir setan, dan mendatangkan keridhaan Ar-Rahman (Allah).” (Al-Kafi, Jilid 3, Hal 343)

Adab (Etika) dalam Mengamalkannya

Agar khasiat tasbih ini maksimal, para Imam Ahlulbait mengajarkan beberapa etika (adab) khusus:

1. Segera Setelah Shalat (Tanpa Jeda)

Dianjurkan membacanya tepat setelah selesai shalat wajib, sebelum kaki berubah posisi (masih dalam posisi duduk tasyahud) dan sebelum berbicara hal lain.

Imam Al-Baqir as berkata: “Barangsiapa bertasbih dengan Tasbih Fatimah as sebelum ia menggerakkan kakinya dari shalat fardhu, maka Allah akan mengampuninya.”

2. Muwalat (Berkesinambungan)

Membacanya harus sambung-menyambung tanpa diselingi ngobrol atau main HP di tengah-tengah hitungan.

3. Menggunakan Tanah Karbala

Dalam riwayat Ahlulbait, sangat dianjurkan menghitungnya menggunakan tasbih yang terbuat dari tanah makam Imam Husain as.

Imam Ash-Shadiq as berkata bahwa bertasbih dengannya akan melipatgandakan pahala dan “tasbih itu sendiri bertasbih” di tangan pemegangnya.

Manfaat dan Keutamaan Tasbih Fatimah Az-Zahra

Para Imam dari keturunan Nabi SAW tidak pernah berhenti memuji keagungan tasbih ini. Bahkan, mereka menempatkannya di posisi yang sangat tinggi, melebihi amalan-amalan sunnah lainnya.

Berikut adalah beberapa keutamaan tasbih Fatimah Az-Zahra

1. Lebih Utama daripada 1.000 Rakaat Shalat Sunnah

Ini adalah keutamaan yang paling mengejutkan banyak orang. Kualitas ibadah ini begitu tinggi hingga Imam Ja’far Ash-Shadiq as membandingkannya dengan shalat sunnah dalam jumlah yang fantastis.

Beliau berkata dalam kitab Al-Kafi:

“Sesungguhnya Tasbih Fatimah Az-Zahra as di setiap usai shalat (wajib), lebih aku cintai daripada shalat (sunnah) seribu rakaat di setiap harinya.” (Al-Kafi, Jilid 3, Hal 343)

Hadis ini mengajarkan kita bahwa ibadah bukan hanya soal kuantitas (jumlah rakaat), tetapi soal kualitas dan kepatuhan mengikuti apa yang diajarkan Rasulullah kepada orang yang paling dicintainya.

2. Ibadah Terbaik untuk Mengagungkan Allah

Tidak ada cara memuji Allah yang lebih baik daripada rangkaian tasbih ini. Jika ada cara lain yang lebih baik, niscaya Rasulullah SAW akan mengajarkannya kepada Fatimah as, bukan tasbih ini.

Imam Muhammad Al-Baqir as menegaskan:

“Allah tidak disembah dengan sesuatu (pujian) yang lebih utama daripada Tasbih Fatimah as. Andai ada sesuatu yang lebih utama darinya, niscaya Rasulullah SAW akan mengajarkannya kepada Fatimah.” (Wasa’il Asy-Syiah, Jilid 6, Hal 439)

3. Pengusir Setan dan Syarat Pengampunan Dosa

Bagi Anda yang sering merasa was-was, gelisah, atau merasa banyak dosa, tasbih ini adalah obatnya.

BACA JUGA: Menyambut Kelahiran Qamar Bani Hasyim: Ksatria yang Disiapkan untuk Karbala

Imam Ja’far Ash-Shadiq as berkata:

“Barangsiapa bertasbih dengan Tasbih Fatimah Az-Zahra as sebelum ia merubah posisi kakinya dari shalat wajib, maka Allah akan mengampuninya. Dan wajib baginya Surga.”

Dalam riwayat lain beliau juga berkata:

“Tasbih Fatimah itu mengusir setan dan mendatangkan keridhaan Ar-Rahman (Allah SWT).”

Kapan Waktu Terbaik Mengamalkannya?

Berdasarkan riwayat-riwayat di atas, ada dua waktu emas yang sangat ditekankan oleh para imam Ahlulbait as:

  • Setiap Selesai Shalat Fardhu: Ini adalah waktu paling utama. Jangan beranjak sebelum menyelesaikannya.
  • Sebelum Tidur: Sebagaimana sejarah awal mula diajarkannya tasbih ini (sebagai penghilang lelah).

Imam Ash-Shadiq as berkata: “Barangsiapa tidur setelah membaca Tasbih Fatimah, maka ia tergolong orang-orang yang banyak berzikir kepada Allah.”

Mari Hidupkan Cahaya Fatimah di Rumah Kita

Tasbih Fatimah Az-Zahra bukanlah sekadar rangkaian kata-kata tanpa makna. Ia adalah warisan suci yang lahir dari tetesan keringat dan air mata wanita termulia di alam semesta.

Ia adalah hadiah yang diberikan Rasulullah SAW untuk mengobati kelelahan fisik dan kegundahan hati putri tercintanya.

Jika Putri Nabi saja (yang dijamin masuk surga) tidak pernah meninggalkan amalan ini seumur hidupnya walau dalam keadaan sakit atau lelah, lantas siapakah kita yang berani meremehkannya?

Mari kita jadikan tasbih ini sebagai wirid wajib di rumah kita. Ajarkan kepada pasangan dan anak-anak kita, sebagaimana Imam Ja’far Ash-Shadiq as memerintahkan anak-anaknya.

Semoga dengan merutinkan zikir ini, Allah mengangkat rasa lelah dari pundak kita, menenangkan hati kita, dan kelak mengumpulkan kita bersama Fatimah Az-Zahra di bawah naungan syafaat Rasulullah SAW.

“Janganlah engkau tinggalkan Tasbih Fatimah, karena tidaklah seorang hamba melazimkannya lalu ia akan celaka.” (Imam Ja’far Ash-Shadiq as)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *